PEMBURU DARAH (PO)

Tegak kaki, meniti genting atap
Basah dinginnya
Mata helangku, mengecil, menjegil
Kau sendirian
Bibirku tertawan, bagaikan hangatnya menyentuh kulit
Nadi segar susup, menggetar saluran darah
Rasanya mengecur pada lidahku
Berdenyut, berdesah, menahan gejolak nafsu kian membuak
Malam semakin larut
Deruan angin kencang menampar pipi
Saat aku melayang
Menyambar lehermu lalu kubenamkan taring pada nadimu yang lazat
Menyedut keremajaanmu tanpa menyisakan waktu
Terkulai sepi kau
Saat kehidupan dihirup keluar
Jelaga-jelaga silam berhamburan di ruang udara
Apakah masih ada esok untuk kau mengubah masa depanmu?

Malaysia 29 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s