KAPAN MATINYA JIWA PADA RASA CINTA (PO)

Dalam sepi yang berlagu
Aku ‘dibunuh’ begini
Rasaku mati sehingga kini
Biar darahnya sudah kering
Parut membekas
Namun ia tidak pernah sembuh

Aku tidak bisa membikin puisi cinta
Biarpun berkali-kali aku cuba
Biarpun sedaya-upaya
Aku cuba mengingati kembali
Rasanya
Degupannya
Sentuhannya
Ia tidak pernah kembali

Aku hidup, tetapi jiwaku mati
Aku bernafas, namun sukmaku mengebas
Aku berjalan, kaki tidak menjejak tanah
Tubuhku di sini, fikiran entah di mana
Aku ketawa, dekahnya berbaur sengsara

Sumpah! Laknat!
Biar petir pengkhianatan
Menyambar dirinya
Yang tega membawa pergi kehidupan
Dari diri ini
Sedang jalanku masih jauh, kelam
Bergulir tanpa cahaya
Biar karma menyapanya
Aku menanti hari itu.

Malaysia 1 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s