HEART 22 08 2016

Rasa yang sama itu kembali. Hanya memijak rumputnya saja, jiwaku bagaikan sungai yang mengalir tenang menuju ke muara. Beroleng ke kiri kanan membuai sukma, menyanyikan lagu sang pungguk merindu.

Sebagaimana darahku pernah tumpah di sini, begitu juga cinta yang melimpah ruah bagaikan air terjun yang hebat membelah belantara sunyi, menyeramakkan kehidupan tumbuhan dan mergastua. Maha hebatnya cinta hingga sanggup berkorban jiwa raga untuknya.

Tanah ini, bumi ini, langit ini, tiada duanya. Pecintamu hadir membawa kasih, membelai rindu, setelah jauh menjunjung langit di perantauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s