KOMEDI MANUSIAWI (PO)

Terpekik
Golongan yang satu ini
Tuhanku yang satu
Yang Maha Hebat
Yang paling benar

Terlolong
Golongan yang lain pula
Ku punya Tuhan Bapa, Tuhan Anak
Juga Roh Kudus
Maka agamaku lebih hebat

Terjerit pula
Golongan yang satu lagi
Bangsa yang dipilih Tuhan
Adalah bangsa kami
Yang lain hanya sembelihan
Laksana biri-biri

Sudah penat terpekik-pekik
Pedang pula mahu menari
Enggan kalah, enggan menepi
Biar tumpah darah
Asal diangkat tunjang teologi

Malaikat-malaikat putih
Duduk melukut sedih
Ditepi takhta Sang Hyang
Lihatlah Tuhanku
Bukankah sudah kami katakan dulu
Mengapa dicipta mereka yang suka berbuat kerosakan
Dan menumpahkan darah
Padahal kami sentiasa memuji
Dan mensucikan Kau

Senyum
Bicara Tuhan pada makhluk cahaya
Sudah Kukatakan pada mereka
Kujadikan mereka berbeda-beda
Agar saling mengenal sesama mereka

Kata mereka Aku dipertahankan
Namun mereka lupa
Bukankah Aku Yang Maha Kuat,
Tidak bisa dikalahkan?

Mereka semua bersaudara
Satu ibu dan satu bapa
Yang turun dari keenakan syurga
Setelah diperdaya Azazel durjana

Makhluk yang lemah lagi pelupa
Azazel juga yang dijadikan saudara
Kesalahan ibubapa diulang semula
Kitabku hanya hiasan cuma
Sampai kiamat, begitulah juga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s