PERLUMBAAN (PO)

Mendesit
Tatkala kau melajukan langkahmu
Entah siapa lawanmu
Masih juga engkau tercari-cari

Di kota raya ini
Segalanya palsu
Bicara palsu
Cinta palsu
Kasih sayang palsu
Anehnya walau segalanya plastik
Manusia masih menyembah
Kehidupan yang bobrok ini

Atas nama kemajuan
Atas nama gaya
Atas nama kuasa

Berbolak-balik
Mundar-mandir
Destinasi masih kabur
Di dalam kotak persegi laksana kubur
Berhempas-pulas mengeluarkan keringat
Mengumpul kertas-kertas kecil yang kau panggil uang itu
Sehingga melupakan detik yang kau ada
Untuk membeli waktu yang kau tiada

Perlumbaan mencari perigi emas
Kononnya
Agar mewah kehidupanmu
Apakah kau lupa masa itu emas
Yang sedikit demi sedikit
Dicuri kapitalis darimu

Teruslah
Mundar-mandir laksana pandir
Biar kaya mereka yang bergoyang kaki
Di pejabat yang indah
Biar saja kau jual semua kelapanganmu
Biar saja familimu retak
Persetankan saja hobi dan cita-citamu
Agar mereka terus-menerus
Bisa bergoyang kaki
Mentertawakan kau
Yang hidup laksana mati
Menjadi hamba kompeni

Jangan sampai nanti
Tatkala terlihat garisan usia di cermin
Kau tergaru-garu kepalamu
Memikirkan
Ke mana saja udah hilang umur mudamu

13 06 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s