DENAI (PO)

Ramai bangat
Yang ingin menawarkan
nasihat-nasihat percuma
Seolah-olah mereka menjalani hidupmu
Barangkali hati mereka seputih salju
Mahukan yang terbaik untukmu
Lalu ucapkanlah terima kasih
Dan kucuplah tangan mereka

Yang jelas
Hanya kau yang bisa menentukan
ke mana arah tujumu
mewarnai sendiri masa depanmu
mengolah skrip fikiranmu

Kanvas putih kehidupan itu kau lakarkan
Dengan pensil mindamu
Namun ia akan kekal hitam dan putih
Jika kau sibukkan dengan
Halus tebalnya garisan itu
Lengkung tegaknya bentuk itu
Gelap cerahnya bayangan itu

Keraskan hatimu
Peganglah berus impianmu
Celupkan ia dalam warna aksimu
Larikkan!
Contengkan!
Warnakan!
Bebaskan intuisimu

Jangan takut atau gentar
Kalau ia tidak seperti yang kau harapkan
Belajarlah dari kesilapan
Lumrah manusia berbuat kesalahan
Lalu dicatitkan dalam buku pengajaran
Dibuka, disemak sebagai panduan

Sepertinya juga denai-denai di hadapanmu
Ada hutan yang gelap-gelita penuh misteri
Jika kau tidak melangkah
Kau tidak akan berjumpa dengan taman firdausi selepasnya
Jadi bertatihlah!
Berjalanlah!
Berlarilah!

Tidak mengapa jika kau mengambil masamu
Ini bukannya perlumbaan
Ini kehidupanmu dan kau berhak memilih denai terbaik
Kerna engkaulah yang akan menikmati buah-buahan firdausi itu
Bukan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s