DERUMAN (PO)

Tatkala aku diam
Deruman itu semakin kuat menghampiri
Hawa sejuk menggigit tubuhku
Hembusan angin menggila
Meniup gorden tanpa sekata

Jan-28

Bagaikan muzik alam tanpa melodi
Rintiknya air menitik
Kilat sabung-menyabung
Guruh terus bertarung
Awan-awanan terus bertembung

Kapan malaikat Mikael turun ke bumi
Pepohonan tersenyum riang
Haiwan bersuka-ria
Sang katak terus berpesta
Sang ular mengasah taringnya
El Nino, akhirnya kau pergi jua

Dan terus aku bersujud kepadaNya
Terima kasih Tuhan yang Maha Esa
walau anak-anak bumi berbuat dosa
namun Kau tidak memanjangkan derita

Wahai bumi yang dahaga, minumlah
Wahai saujana hijau, keluarlah
Wahai benih-benih, bercambahlah
Wahai mergastua yang kehausan, nikmatilah

Wahai El Nino yang telah bertamu
Jangan kau kembali lagi sebelum waktumu
Biarkan kami sendiri
Biarkan bumi mengubati dirinya sendiri
Setelah dilanda kekeringan berpanjangan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s